6 Mitos tentang Hubungan Seks dan Keperawanan

kartu-imlekaaa

couples-are-happiest-when-they-have-sex-once-a-week-lHubungan Seks

Beragam mitos tentang perawan beredar di berbagai kondisi masyarakat dengan beragam budaya. Akibatnya, banyak wanita kerap merasa tak nyaman dan tegang di malam pertama saat berhubungan seks dengan pasangan. Mitos membuat mereka harus menjadi perempuan sempurna seperti anggapan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dilansir dari Deutsche Welle, Kamis (4/8/2016), setidaknya terdapat enam mitos tentang keperawanan yang ada di masyarakat Jerman dan Indonesia.

1. Payudara atau Pantat Menjadi Kendur

Dikutip dari Deutsche Welle, hubungan antara perawan dan tidak perawan tidak bisa diukur dari ukuran dan bentuk payudara atau pantat. Jadi jika seorang wanita memiliki payudara yang kendur bukan berarti ia tidak perawan.

Ukuran dan bentuk payudara dipengaruhi ukuran tubuh seseorang dan juga faktor keturunan, hormon serta gizi. Payudara menjadi bagian tubuh wanita yang menarik bagi pria. Simak di dengan mengeklik artikel : Kenapa Pria Tertarik Dengan Payudara Wanita?

2. Tidak Berdarah Saat Pertama Berhubungan Seks

Seorang perempuan yang tidak mengeluarkan darah saat berhubungan seks untuk pertama kalinya bukan berarti bahwa ia tidak perawan lagi. Tebalnya selaput dara pada setiap perempuan berbeda. Bahkan menurut penelitian, bahkan ada juga perempuan yang tidak memiliki selaput dara. Selaput dara bisa robek bukan saja karena hubungan seksual, tapi juga bisa dikarenakan kecelakaan atau olahraga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s